khayfi
19 jam yang lalu | 0
Panduan Nutrisi Balita Anda
4 bulan yang lalu | 209 Komentar | 79
“Aduh, giginya Adhienta kok belum tumbuh juga ya Ma?” keluh Ditha kepada ibunya. Dhita mulai khawatir karena sampai berusia hampir setahun, Adhienta tidak menampakkan tanda-tanda akan segera memiliki gigi pertamanya. Kekhawatiran Dhita makin meningkat ketika ia melihat teman-teman sebaya anaknya itu sudah memiliki gigi susu, bukan hanya satu melainkan sampai beberapa buah.
Menurut Drg. Yulia S.B.Widyastuti, kekhawatiran yang dialami Dhita memang sering terjadi pada orang tua lainnya. Namun setelah gigi tumbuh, gigi susu ini diabaikan karena dianggap hanya gigi sementara dan akan diganti dengan gigi tetap. Padahal gigi susu memegang peranan penting dalam perkembangan anak sehingga harus dijaga serta dirawat kesehatannya sampai gigi tanggal.
?
Kapan Gigi Mulai Tumbuh?
Setiap bayi memiliki proses pertumbuhan gigi yang berbeda-beda. Ada bayi yang giginya tumbuh ketika dilahirkan sementara ada anak yang belum tumbuh gigi sampai usia satu tahun. Namun perlu diingat bahwa hal ini sama sekali tak ada hubungannya dengan perkembangan mentalnya atau rendahnya intelegensi.
Pada umumnya pertumbuhan gigi dimulai dengan munculnya dua gigi seri di bagian tengah sebelah bawah, disusul oleh gigi seri bagian tengah sebelah atas. Selanjutnya diikuti oleh gigi-gigi yang lain. Gigi susu anak akan lengkap berjumlah 20 buah biasanya sebelum anak berusia tiga tahun. Semua gigi susu ini pasti akan tanggal dan akan digantikan oleh gigi tetap.
Dilihat dari bentuknya, gigi susu memiliki bentuk yang lebih kecil, berstruktur lebih tipis, lebih rentan terhadap karies gigi, dan berwarna lebih putih. Sedangkan dari fungsinya, gigi susu memiliki fungsi yang sama dengan gigi tetap, yaitu: untuk mengunyah makanan, berbicara, dan fungsi estetika (membentuk wajah). Selain fungsi-fungsi tersebut, ada fungsi lain yang dimiliki oleh gigi susu yaitu sebagai penuntun tumbuhnya gigi tetap.
Penyakit Gigi Susu
Penyakit gigi yang sering terjadi pada anak-anak adalah penyakit gigi berlubang (karies). Penyakit ini disebabkan oleh plak, suatu lapisan tipis, lengket, transparan dan mengandung bakteri. bakteri inilah yang akan mengubah zat gula yang terdapat dalam makanan menjadi asam. Faktor lain yang bisa menimbulkan karies adalah makanan yang mengandung gula. Gigi yang rentan, tipis, rapuh, dan permukaannya tidak rata sehingga mudah dilekati plak juga mudah mengakibatkan terjadinya karies. Karies juga dapat terjadi jika asam yang dihasilkan oleh bakteri bersentuhan dengan permukaan gigi dalam waktu yang lama.
Namun karies dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya adalah dengan menggosok gigi dengan teratur 2 kali sehari, sesudah sarapan dan sebelum tidur. Selain itu, menyantap makanan yang bergizi dan mengurangi konsumsi gula yang berlebihan, hindari makan jajanan manis di luar waktu makan, dan gantilah cemilan manis dengan buah atau sayuran. Pencegahan lainnya adalah dengan menguatkan gigi dengan memberi tambahan fluor. Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluorida sangat penting untuk menguatkan gigi.
Akibat Kehilangan Gigi Susu Dini
Kehilangan dini gigi susu pada anak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan wajah, tulang rahang dan oklusi gigi geligi, yang berarti kehilangan keseimbangan struktur, efisiensi pengunyahan dan keharmonisan wajah. Pada umumnya kehilangan gigi pada anak terjadi karena karies yang tidak dirawat atau dapat juga karena trauma dan pada beberapa kasus benihnya memang tidak ada.
Gigi susu yang tanggal terlalu dini dapat terjadi pada satu gigi atau lebih, gigi depan maupun belakang, dan akan menyebabkan terjadinya beberapa hal, seperti
?
Perawatan Kesehatan Gigi Anak
Walaupun gigi susu hanya bersifat sementara, namun kebersihan dan kesehatannya tetap harus diperhatikan, terutama oleh para orang tua.
1. Membersihkan gigi.
2. Menghilangkan kebiasaan buruk.
Kebiasaan buruk yang sering terjadi pada anak adalah sindroma susu botol. Sindroma ini adalah karies pada gigi susu anak yang biasanya menyerang gigi-gigi depan rahang atas, yang disebabkan oleh kebiasaan minum susu botol atau larutan gula pada waktu tidur. Faktor lain yang menentukan adalah lamanya gigi terekspos oleh zat gula. Gula tersebut akan diubah oleh bakteri plak menjadi asam. Asam yang diproduksi oleh bakteri inilah yang akan melarutkan email gigi anak sehingga gigi menjadi berlubang. Kondisi ini dapat dicegah dengan:
3. Konsumsi makanan bermanfaat bagi gigi dan hindari yang merugikan gigi.
Sayuran yang mempunyai banyak serat sangat bermanfaat bagi gigi, selain bergizi juga membantu pembersihan gigi. Keju, kacang-kacangan juga bermanfaat bagi gigi. Makanan dan minuman yang banyak mengandung mineral terutama kalsium, sangat bermanfaat bagi pertumbuhan gigi.
Coklat dan makanan manis lainnya dapat merugikan gigi, tapi hampir mustahil untuk melarang anak-anak untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasinya:
4. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
Selain hal-hal di atas, pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi tetap diperlukan. Hal ini berguna untuk memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak serta mendeteksi kelainan gigi sejak dini. Orang tua diharapkan untuk berperan serta dalam memonitor pertumbuhan dan perkembangan gigi anak-anak di rumah. Keluhan-keluhan ataupun kelainan yang ditunjukan anak perlu mendapat perhatian. Sering kali anak belum dapat menjelaskan rasa sakit, tetapi ia menolak makan makanan yang keras atau mengunyah makanan pada satu sisi atau nafsu makannya hilang sama sekali. Hal ini perlu diperhatikan karena mungkin saja anak mengalami sakit gigi atau kelainan pada fungsi pengunyahannya.
Kunjungan pertama ke dokter gigi sebaiknya mulai dilakukan pada saat anak berusia dua tahun dan dalam keadaan sehat, sehingga anak hanya diperiksa tanpa ada tindakan yang menyakitkan. Hal ini untuk menghindari kesan buruk dari anak terhadap dokter gigi. Karena itu, sebelum membawa anak ke dokter gigi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
19 jam yang lalu | 0
20 jam yang lalu | 0
sehari yang lalu | 0
sehari yang lalu | 0
2 hari yang lalu | 0
Kamu harus login untuk memberikan komentar