1. Home
  2. Diskusi Cerdas
  3. Anak sy egois

Diskusi

nuning_halan's Avatar

Anak sy egois

Ditanyakan oleh nuning_halan, 9 bulan yang lalu | 62 Kunjungan | 4 Jawaban

Anak sy, laki2 hampir 5 th termasuk anak yg egois. Kalau dia sedang suka sama satu mainan, dia akan susah sekali u/ berbagi dgn temannya. Apakah ini dikarenakan dia belum py saudara kandung? bagaimana solusinya?

Jawaban dari Pakar

Pakar Psikologi & Tumbuh Kembang Balita's Avatar

Dijawab oleh Pakar Psikologi & Tumbuh Kembang Balita, 9 bulan yang lalu

Tenang Bunda, ini bukan karena dia belum punya saudara kandung. Tapi mungkin saja memang dia belum punya banyak pengalaman untuk berbagi, dan ini kan masih bisa dibilang wajar untuk anak usia 5 tahun. Bagaimana kalau Bunda memberikan kesempatan-kesempatan untuk berbagi. Contohnya nih Bunda bisa mengajak anak ke panti asuhan, siapkan beberapa barang yang memang akan diberikan kepada anak-anak panti asuhan. Di panti asuhan, minta anak yang memberikan, bukan Bunda ya yang memberikannya atas nama anak. Setelah anak memberikan dengan tangannya, maka bisikkan pujian Bunda, katakan Bunda bangga karena ia sudah berbagi dengan teman dari panti asuhan. Cara lain adalah dengan banyak memberi kesempatan bermain dengan anak lain di luar sekolah, misalnya dengan tetangga atau saudara, atau anak-anak dari teman Bunda dan Ayah. Tak perlu terlalu resah kalau dia belum berbagi, dengan banyak pengalaman, tentunya ia akan semakin bisa mengasah ketrampilan sosialnya. Selamat mencoba ya Bunda!

Jawaban

nuning_halan's Avatar

Dijawab oleh nuning_halan, 9 bulan yang lalu

Terima kasih jawabannya Bunda Purwaningrum & dari Pakar Psikolog. Saya akan coba praktekkan.
allodiayuni's Avatar

Dijawab oleh allodiayuni, 9 bulan yang lalu

saya mengajarkan anak saya konsep berbagi. baik dulu sebelum punya adik, atau sekarang setelah punya adik. sekali tempo tidk mau berbabgi saya anggap milik wajar. apalagi jika benda itu punya nilai 'sejarah' dan saya harus appreciate terhadap benda pribadinya.
nah jika tidak mau berbagi itu sering kambuh maka saya tidak akan memberi barang milik saya terhadap mereka. misal saya punya coklat yang sangat disukai David dan Danis. jika mereka sedang kambuh egonya..maka saat ereka minta coklat saya, saya tidak akan memberi mereka coklat saya. setelah 15 menit kemudian baru saya jelaskan kenapa Mama tidak mau memberi coklat.
itu cara saya mendidik tidak banyak omong, dan langsung praktek
purwaningrum's Avatar

Dijawab oleh purwaningrum, 9 bulan yang lalu

hm sebenarnya wajar bunda, anak seumuran tersebut memang biasanya egonya lebih tinggi, apalagi berhubungan dengan mainan kesukaannya, kita pun kalo suka sekali sesuatu barang kadang sayang kalau mau berbagi dengan yang lain, cara meyikapinya dikasih pengertian aja bunda bahwa dengan berbagi itu hidup lebih indah.Pada masa ini, egosentrisme membuat anak terdorong insting untuk mempertahankan hak miliknya. Dan jika dia memberikan sesuatu pada oranglain, maka anak akan merasa kehilangan. Sehingga 'survive instict' nya membuat anak tidak mau memberikan mainan, makanan, ibunya, dan sebagainya. Terlebih bila benda-benda yang harus diberikan tersebut dianggap sangat 'berharga' baginya.
"Keinginan anak untuk mempertahankan apa yang menjadi miliknya memang hal yang normal. Namun, sebaiknya sejak dini orangtua harus tetap melatih anak agar mau berbagi dengan oranglain. Tentunya disesuaikan dengan perkembangan kognitif dan sosial anak.Apalagi, bila rasa egois anak sudah tidak lagi sebatas mempertahankan hak miliknya tapi mulai mengambil milik oranglain. Misalnya saja mengambil mainan milik teman, dan lainnya. Kondisi ini bisa terjadi karena tingginya rasa memiliki anak terhadap sesuatu.
Pada kondisi tersebut anak belum berlatih untuk membedakan kepemilikan, serta belum terlatih kesopanan bemain. Bila hal itu terjadi, ajaklah anak untuk 'memisahkan' diri dulu dari lokasi perebutan, diskusikan pada anak akibat yang dilakukannya. Selanjutnya, ajarkan lagi pada anak untuk meminta ijin terlebih dahulu jika ingin meminjam.
"Jangan menghukum atau menyalahkan anak karena ini justru membuat anak membenci teman yang direbut mainannya tersebut. Atau bahkan anak justru merasa ibunya lebih memihak si teman daripada dirinya," Jika anak tetap tidak mau berbagi, cari tahu alasan anak dan bijaksanalah untuk mengalihkan permainan atau perhatian agar tidak terjadi keributan. Misalnya karena terjadi rebutan mainan, dan sebagainya.Dan bila anak sudah mulai mau berbagi, jangan lupa memberikan pujian, rasa senang dan bangga atas sikap si kecil. Selain tindakan anak memang pantas dipuji, sikap manis orangtua diharapkan bisa membuat anak berubah menjadi baik hati dan pemurah.

Kamu harus login untuk dapat bergabung dalam diskusi

Ibu & Balita on Facebook

Aktifitas Bersama Dr. Irene

sesi berikutnya: 06-09-2010

Berita Hangat : Liputan Seputar Anak

Diary Balitaku

Kini menyimpan kenangan bersama Si Kecil semakin mudah dengan hadirnya Diary Balitaku!

Komunitas Smart Parents Smart Kids

Komunitas Cerdas seputar Ibu & Balita.

Poin Arisan Ibu & Balita

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and setting industry.