Ini adalah kekhawatiran yang sangat wajar dialami oleh Bunda yang sedang mengandung anak kedua. Yang saya harus kuatkan adalah bagus sekali jarak antara kedua anak cukup jauh, sehingga sebetulnya si sulung sudah mendapat perhatian yang relatif cukup dibandingkan anak-anak yang jaraknya terlalu dekat dengan adiknya. Jika anak sudah cukup perhatian, biasanya tak terlalu sulit untuk menerima adik barunya.
Yang Bunda bisa lakukan sekarang adalah terus mengingatkan anak bahwa dia akan menjadi kakak, dan bahwa Anda sekeluarga akan punya bayi. Bunda bisa memperlihatkan gambar bayi ataupun mengunjungi bayi lain, sehingga kakak punya gambaran seperti apa adiknya kelak. Beritahukan juga bahwa adik nanti akan sesekali menangis karena membutuhkan kakak, juga bahwa si adik akan sangat sayang kakak. Jangan terlalu khawatir bahwa kakak merasa cemburu (wajar kok kalau dia cemburu), ingatkan kakak bahwa akan ada seorang lagi yang menyayangi dia, yaitu adiknya. Libatkan kakak dalam berbagai persiapan menyambut adik, termasuk ikut ke dokter, ataupun memilih berbagai peralatan yang akan dipakai adik. Nantinya ketika adik akan lahir, jangan lupa carikan beberapa calon hadiah buat kakak. Hadiah ini diberikan ketika kakak melihat hadiah-hadiah yang banyak buat adiknya, untuk mengurangi rasa cemburunya. Berikan pula pujian-pujian bahwa dia adalah kakak yang baik. Apakah ini semua akan menghilangkan resiko bertengkar antara kakak-adik? Tidak menghilangkan, tapi sangat mengurangi kok.